Sabtu, 17 Maret 2012

DEFINISI NETWORKING

Definisi NetWorking
A. Pengertian Jaringan
Jaringan adalah sebuah himpunan komputer yang dihubungkan dengan kabel sehingga komputer satu dengan komputer lainnya dapat saling komunikasi, bertukar informasi sharing file, printer, dll.

Jaringan dibagi menjadi 2 yaitu
1. Standalone
2. Network
B. Jenis – Jenis Jaringan Berdasarkan Jangkauan

1. Local Area Networking (LAN)
Yaitu Jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.

2. Metropolitan Area Networking (MAN)
Yaitu Jaringan yang lebih luas dari LAN, MAN biasanya meliputi area yang lebih besar seperti area propinsi, antar gedung. Mengapa MAN itu dikatakan lebih luas dari LAN?, Yah, karena jaringan MAN itu terhubung dari beberapa jaringan LAN yang dihubungkan melalui switch lagi.

3. Wide Area Networking (WAN)
Yaitu Jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. Menggunakan sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet.

intranet adalah sebuah jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet (TCP/IP), untuk membagi informasi rahasia perusahaan atau operasi dalam perusahaan tersebut kepada karyawannya. Kadang-kadang, istilah intranet hanya merujuk kepada layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan. Untuk membangun sebuah intranet, maka sebuah jaringan haruslah memiliki beberapa komponen yang membangun Internet, yakni protokol Internet (Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol Internet lainnya (FTP, POP3, atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering digunakan.

Umumnya, sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah “versi pribadi dari jaringan Internet”, atau sebagai sebuah versi dari Internet yang dimiliki oleh sebuah organisasi.

internet (interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

C.Topologi Jaringan
Topologi Jaringan adalah struktur atau bentuk jaringan.

Jenis – jenis topologi jaringan
a. Topologi Ring
Topologi Ring adalah topologi yang terkoneksi ke dua landcard. Jadi pengiriman datanya berbentuk arah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam. Sehingga pengiriman data sering tidak sampai ke komputer yang dituju karena harus melewati komputer yang lain dahulu.

b. Topologi Star
Topologi Star adalah topologi yang mengunakan switch sebagai penghubungan antar kabel jaringa. Jadi, Topologi ini lebih sering digunakan ketimbang topologi yang karena biaya lebih murah dan trasperdata lebih cepat. Karena swicth yang mengatur lajunya data.

c. Topologi Bus
Topologi Bus adalah topologi yang memiki satu kabel yang terhubung ke server jadi komputer yang ingin masuk ke topologi bus harus menyambungkan kabel BNCnya ke kabel BNC server. Karena topologi ini menggunakan kabel BNC.
d. Topologi Mesh
e. Topologi Pohon

Secara umum, semua jaringan komputer (network) mempunyai komponennya sendiri dengan fungsi masing-masing yang berbeda. Komponen itu antara lain :
Server – komputer yang berfungsi untuk melayani komputer lain dalam hal meng-share data, database, aplikasi atau peralatan seperti printer.

Client – komputer yang mengakses data/resource yang di-share oleh server
Media – cara bagaimana komputer dihubungkan satu dengan lainnya (media jaringan).
Shared data – file yang disediakan oleh server untuk diakses oleh client
Shared resource – semua peralatan yang di-share agar bisa digunakan oleh komputer client.

Jadi server yang mengatur data/resource yang akan di-share sehingga bisa digunakan oleh komputer client. Lalu apakah kita selalu membutuhkan server ? Sebagaimana kita ketahui di pasar komputer saat ini tersedia berbagai jenis komputer dari jenis notebook (portable), desktop dan server. Desktop itu lebih ditujukan sebagai komputer client dan server memang dirancang untuk komputer server.

Network atau jaringan komputer dapat dikategorikan menjadi 2 :

1. Peer to peer – dalam jaringan jenis ini tidak ada komputer khusus yang berfungsi sebagai server. Semua komputer fungsinya sama makanya disebut sebagai peer network. Umumnya setiap komputer berfungsi sama sebagai server dan client. Jaringan peer to peer juga sering disebut dengan jaringan workgroups yang diartikan untuk grup kecil untuk komputer kurang dari 10 buah.

2. Client Server (Server based) – untuk jaringan jenis diperlukan komputer yang di-set sebagai server. Sering juga disebut sebagai dedicated server karena komputer server ini fungsinya hanya sebagai server dan tidak digunakan sebagai client. (Lihat definisi server di atas). Hal ini untuk mengoptimalkan penggunaan resource atau sumber daya yang ada di server seperti halnya prosesor, memory (RAM) sehingga dapat melayani clientnya secara optimal. Model jaringan ini saat ini sudah menjadi standar model networking.

Peer to Peer Vs Server Based
Setelah mengetahui kategori pembagian jaringan komputer yaitu terdiri dari peer to peer network dan server based atau client server. Lalu bagaimana mengetahui mana yang cocok dengan perusahaan atau organisasi kita ? Apa bedanya dari sisi ukuran (size), biaya, keamanan, sistem operasi, implementasi, dan administrasi.
Size atau Ukuran

Peer to peer cocok untuk perusahaan atau organisasi kecil yang tidak lebih dari 10 komputer, sedangkan untuk server based akan efektif jika untuk perusahaan atau organisasi yang jumlah komputernya lebih dari 10 komputer.
Biaya

Peer to peer network jauh lebih sederhana dibanding server based network, karena tiap komputer fungsinya sama sebagai client dan server sehingga tidak diperlukan adanya tambahan peralatan komputer yang difungsikan khusus sebagai server. Dari segi harga bisa dicek di pasaran, dan akan didapatkan bahwa harga server tidaklah murah dengan range antara 2,000 US dolar – beberapa puluh ribu US dolar. Selain komponen server juga diperlukan peralatan pendukung lainnya supaya unjuk kerja dari jaringan bisa optimal seperti media dan peralatan penghubung seperti switch atau hub. Peralatan ini akan dibahas lebih spesifik di artikel lanjutannya.
Sistem Operasi

Dalam network peer to peer sistem operasi (OS) yang sering digunakan adalah dengan menggunakan Windows 95, Windows 98, Windows NT Workstation, Windows 2000 atau Windows XP. Networking software atau fitur neworking yang disediakan oleh sistem operasi untuk workgroup tidak selengkap untuk kelas server karena pertimbangan bahwa dari sisi security tidak diperlukan yang serumit server.
Jadi jika ada pertimbangan bahwa perusahaan memerlukan sistem operasi yang mempunyai security yang lebih handal maka gunakanlah sistem operasi untuk kelas server, karena sistem operasi sepert Windows 95 dan windows 98 sangat gampang di crack bahkan sistem operasi kelas server juga bisa dicrack (artikel sudah dibuat mengenai crack windows 2000). Selain kelas server digunakan Windows kelas server juga terdapat sistem operasi lain seperti Novell Netware, Unix Sun Solaris, IBM AIX, SGI IRIX, Linux, Compaq Tru64, Banyan Vines, SCO Unix, BSD.

Implementasi dan Security
Pada sistem operasi workgroup atau peer to peer, masing masing komputer mempunyai dan mengelola security masing masing. Saya ambil contoh dalam sistem operasi Windows (artikel semacam ini juga sudah pernah ditulis di techmedia mengenai perbedaan workgroup dan domain), di mana dalam workgroup, masing-masing komputer mengatur “user name” dan password dan disimpan di komputer tersebut. Jadi tiap orang bisa mempunyasi user name dan password yang berbeda di setiap komputer.
Lain halnya dengan server based dan menggunakan konsep domainnya Windows, maka tiap orang hanya akan mempunyai satu user name dan password (umumnya). Dalam sistem workgroup juga kabel yang menghubungkan komputer satu dengan lainnya cukup sederhana dan tidak serumit untuk yang server based karena untuk server based jumlahnya jauh lebih banyak, apalagi kalau jumlah komputer sudah mencapai ratusan bahkan ribuan.
Administrasi

Pada sistem workgroup atau peer to peer biasanya tidak diperlukan adanya seorang sistem administrator untuk mengelola karena sistemnya cukup sederhana, lain halnya jika dibandingkan dengan server based network Dari sisi backup data juga untuk server based jauh lebih mudah dilakukan karena tinggal membackup data yang terletak di server saja, akan tetapi ini juga tergantung dari design/rancangan server based network.

Dari penjelasan di atas, kita sudah setidaknya bisa membuat suatu keputusan jika ingin membuat jaringan komputer yang baru, yang manakah yang akan kita gunakan dengan beberapa pertimbangan di atas.

1 komentar: